The History of a Passion
Mengapa saya menulis blog ini? Adalah sebuah cerita yang sangat panjang mengapa saya sampai terpikir untuk menulis blog. Boleh dibilang bahwa blog ini bukan semata-mata dibuat karena keinginan saya saja. Ada seseorang yang mendorong saya untuk memproduksi blog ini.
Orang itu adalah Mami.Dari saya kecil, Mami sering mengajak mengobrol. Seiring bertambahnya usia, saya juga mulai mengutarakan masalah-masalah yang saya alami dalam kehidupan saya. Saya mulai mengenal kenikmatan dibalik curhat. Karena dengan curhat, masalah-masalah yang membebani pikiran dan jiwa saya telah dihilangkan, sehingga tercipta ketenangan.
Suatu hari, Mami memberikanku ide, "Bagaimana seandainya obrolan dan curhat kita kamu tulis? Bisa jadi kalau sudah besar kamu jadi penulis hebat." Awalnya saya ragu-ragu untuk menulis. Karena saat itu menulis bukanlah passion saya yang sesungguhnya.
Saat saya duduk di SMP, barulah saya tertarik dengan dunia IT. Passion saya mulai tumbuh. Saya memulainya bukan dengan menulis, tetapi dengan membuat gambar di aplikasi notes. Gambar itu saya post di Instagram. Kini, saya masih aktif di Instagram, tetapi lebih aktif mengunggah meme.
Suatu hari lainnya (03/04/2020), setelah saya curhat dengan orangtua tentang masalah saya, saya mulai tergerak jiwa dan raga untuk menulis. Passion saya memuncak. Sebelumnya saya terpkir menggunakan notes untuk menulis, tetapi saya merasa itu sudah membosankan, selain itu aplikasi notes di HP saya kurang praktis digunakan. Barulah saya berpikir, kenapa tidak bikin blog saja? Khan lebih efektif, jangkauannya lebih luas. Saya pun mulai mencari situs blogger, membuat akun, lalu mulai menulis. Seketika ada perasaan bangga menghampiri saya ketika blog buatan saya sudah berhasil ditulis.
Hari berikutnya, Mami saya bertanya, "Apa yang mendorong sehingga kamu membuat blog?" Saya menjawab, "Saya terdorong karena saya dimotivasi oleh Mami. Mami sering menyarankan untuk menulis pengalaman curhat kita."
Itulah pengalaman saya. Semoga menginspirasi kalian Terimakasih.
Orang itu adalah Mami.Dari saya kecil, Mami sering mengajak mengobrol. Seiring bertambahnya usia, saya juga mulai mengutarakan masalah-masalah yang saya alami dalam kehidupan saya. Saya mulai mengenal kenikmatan dibalik curhat. Karena dengan curhat, masalah-masalah yang membebani pikiran dan jiwa saya telah dihilangkan, sehingga tercipta ketenangan.
Suatu hari, Mami memberikanku ide, "Bagaimana seandainya obrolan dan curhat kita kamu tulis? Bisa jadi kalau sudah besar kamu jadi penulis hebat." Awalnya saya ragu-ragu untuk menulis. Karena saat itu menulis bukanlah passion saya yang sesungguhnya.
Saat saya duduk di SMP, barulah saya tertarik dengan dunia IT. Passion saya mulai tumbuh. Saya memulainya bukan dengan menulis, tetapi dengan membuat gambar di aplikasi notes. Gambar itu saya post di Instagram. Kini, saya masih aktif di Instagram, tetapi lebih aktif mengunggah meme.
Suatu hari lainnya (03/04/2020), setelah saya curhat dengan orangtua tentang masalah saya, saya mulai tergerak jiwa dan raga untuk menulis. Passion saya memuncak. Sebelumnya saya terpkir menggunakan notes untuk menulis, tetapi saya merasa itu sudah membosankan, selain itu aplikasi notes di HP saya kurang praktis digunakan. Barulah saya berpikir, kenapa tidak bikin blog saja? Khan lebih efektif, jangkauannya lebih luas. Saya pun mulai mencari situs blogger, membuat akun, lalu mulai menulis. Seketika ada perasaan bangga menghampiri saya ketika blog buatan saya sudah berhasil ditulis.
Hari berikutnya, Mami saya bertanya, "Apa yang mendorong sehingga kamu membuat blog?" Saya menjawab, "Saya terdorong karena saya dimotivasi oleh Mami. Mami sering menyarankan untuk menulis pengalaman curhat kita."
Itulah pengalaman saya. Semoga menginspirasi kalian Terimakasih.
Comments